Visit Batang "an Old District Land Javanese Culture"

Anda diperbolehkan mengutip atau mengambil informasi dari blog ini dengan tetap mencantumkan alamat kami http://batanggallery.or.id

Sabtu, 15 Desember 2012

Goa Jepang Gringsing

Jalur Sakalputung, Plelen yang dikenal dengan Alas Roban memiliki sejuta misteri. Jalur yang merupakan saksi bisu kerja rodi masa penjajahan Belanda. Hingga kini banyak misteri yang tersimpan di Alas Roban hingga banyak orang menganggapnya angker. 

Dibalik kenyataan itu, ternyata Alas Roban menyimpan torehan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. (koordinat -6.978079,110.012138) Banyak peninggalan yang ada di daerah ini. Salah satunya adalah Goa Peninggalan Jepang di dukuh Bunderan desa Plelen kecamatan Gringsing. Selain Belanda membuka akses Jakarta sampai Surabaya yang melewati Alas Roban ini, Jepang diam-diam membuat persembunyian di balik bukit yang berada di sebelah selatan jalur yang dibuat Belanda. 

Goa yang dibangun Jepang ini memiliki karakteristik yang sama dengan goa yang ada di kecamatan Subah. Dari pengamatan Tim, goa Jepang dibuat lebih dari 10 mulut goa, biasanya hanya 1 yang benar-benar menjadi goa utama yang mampu menampung beberapa kendaraan tempur dan puluhan tentara. Sedangkan mulut goa lainnya hanya berkedalaman sekitar 5 hingga 20 meter yang berfungsi untuk mengelabuhi. 

Goa Jepang Alas Roban ini berjumlah 1 mulut goa buatan utama, 12 mulut goa buatan dengan kedalaman 5-20 meter, 1 mulut goa yang belum jadi dan 1 goa yang ada karna proses alam. Semuanya dahulu digunakan Jepang untuk bersembunyi. 

Pada goa utama dapat menampung sekitar 8 tank (kendaraan perang) pada saat itu. Kedalamannya lebih dari 30 meter. Belum ada yang mampu memetakan keadaan dalam goa karena keterbatasan SDM dan alat. 

Kondisi di beberapa goa memprihatinkan, banyak sampah non organik berserakan dan beberapa mulut goa mulai longsor karena terkikisnya tanah. 

Dahulu goa ini dibangun dengan menggunakan nyawa-nyawa bangsa Indonesia setempat. Namun saat ini tidak ada yang mau merawatnya dan memanfaatkan kembali. Harapannya tempat ini dimanfaatkan untuk kegiatan publik agar tidak sia-sia. Goa ini merupakan situs bersejarah keberadaan Jepang di Indonesia yang dapat menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia saat itu.

Goa Asli Bentukan Alam yang pernah dipakai untuk persembunyan

Goa Buatan yang berfungsi sebagai jebakan

Goa yang berfungsi sebagai jebakan dengan kedalaman 10 meter


Goa Utama kedalamannya lebih dari 30 meter, mampu menampung 8 tank tempur

Goa terlihat dari seberang sungai


Sungai yang pernah menjadi jalur tank


Goa Jepang Pantai Roban Subah

Di pantai Roban Subah, tepatnya di sekitar daerah Ngodek sungai Kaliurang perbatasan desa Sengon dan desa Gondang (koordinat -6.927598,109.85172) terdapat goa peninggalan Jepang. Menurut narasumber yang ditemui tim, goa ini dibangun pada tahun 1943 saat tentara Jepang sedang berebut kedudukan di Indonesia dengan Belanda. Jepang berlabuh di pantai Roban dan membuat persembunyian berupa goa. Pada saat pembuatannya bangsa Indonesia dikerja paksakan oleh Jepang. Goa ini dapat dimasuki tank dan beberapa kendaraan tempur lainnya. 

Pada tahun 1945 kota Hirosima dan Nagasaki dibom atom, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, pada waktu itu Jepang tidak serta merta menarik pasukkannya kembali ke Jepang. Jepang masih bersembunyi di goa sampai tahun 1948 saat kemerdekaan Indonesia telah diakui. Pada tahun 1948 Jepang menutup beberapa mulut goa menggunakan cor semen. 

 Kemudian warga sekitar bergantian menjaga goa agar tidak digunakan kembali oleh Belanda. Pada tahun tersebut warga masih mengenal bambu runcing yang konon memiliki kekuatan luar biasa yang dapat menghancurkan kayu sekali menyentuh ujung bambu runcing. 

Kemungkinan ada 15 lebih mulut goa yang tersusun 2 mulut goa 2 mulut goa berjajar. Mulut goa yang utama untuk keluar masuknya tank dan kendaraan tempur lainnya sudah tertutup longsor dan belum ditemukan. Hingga kini masih tersisa 9 mulut goa dengan keadaan sebagian telah tertutup longsoran. 

Di sekitar sungai juga masih ada bekas peninggalan jembatan namun telah dibangun kembali jembatan baru karena pada tahun 2004 terjadi banjir bandang yang menjadikan jembatan runtuh.


Aliran sungai di sekitar goa dari atas bukit
Goa yang longsor hingga tinggal 1/3 bagian

Goa berada di pinggir jalan proyek galian batu kali

Goa berada di kawasan perkebunan karet milik PT. Nusantara

Jembatan pernah runtuh

Ganesha Silurah Wonotunggal

Ganesha Silurah terletak di tengah hutan diantara bukit dan sungai kecil (koordinat -7.081569,109.757944). Untuk mencapai objek dari Silurah Wonotunggal harus melewati hutan pinus yang keadaan jalannya tidak terlelu bagus dan beberapa sangat sulit dijangkau sepeda motor biasa. Motor akan berhenti di tempat parkir yang cukup untuk parkir beberapa sepeda motor. Dari parkiran sepeda motor akan dilanjutkan jalan kaki sekitar 1 km. Sebenarnya tidak terlalu jauh akan tetapi medan terlalu curam dan licin sehingga akan terasa lama.

Jika telah mendekati sungai maka ganesha tidak jauh dari sungai itu.

Arca Ganesha


Arca Ganesha
Kawasan Ganesha
Fragmen Arca

Wadah Peripih

Yoni

Batu Bulat seperti bantalan

Arca Siwa

Ide, pesan, kiritik dan saran Anda sangat berarti untuk pengembangan Batang Gallery.