Visit Batang "an Old District Land Javanese Culture"

Anda diperbolehkan mengutip atau mengambil informasi dari blog ini dengan tetap mencantumkan alamat kami http://batanggallery.or.id

Selasa, 11 Desember 2012

Arca Nandi Sidomulyo Adinuso Reban

Arca Nandi

Di sebuah kandang milik Pak Giatmo. Rumah No. 1 Rt. 9 Rw. 4 (koordinat -7.09257,109.88945) , terdapat Fragmen Nandi berukuran cukup besar dengan kondisi mulai terkikis karena ditempatkan di tempat terbuka sehingga dapat terkena hujan. Fragmen Nandi ini telah di rumah Pak Giatmo selama 46 tahun. Fragmen ini sebelumnya bertempat di sebuah lahan yang terletak dekat sekolah dasar setempat. Oleh warga batu ini tidak mau dipindahkan, namun kemudian dipindahkan oleh Pak Giatmo setelah mendapatkan wangsit.

Menara Sudut Sidomulyo Adinuso Reban

Menara Sudut dan lingkungan sekitarnya

Menara sudut dilihat dari depan

Menara Sudut dilihat dari sisi kiri

Menara Sudut dilihat dari sisi kanan.

Di Dukuh Sidomulyo Desa Adinusa. Di depan rumah Pak Kadari dengan alamat No. 43 Rt. 9 Rw.6 (koordinat -7.09136,109.89041) terdapat Batu Menara Sudut yang dikenal oleh warga sekitar dengan nama Batu Lemari. Menurut kepercayaannya bentuk cembung dibagian atas batu tersebut menyimbolkan nasi dan di pojok-pojoknya menyimbolkan lauknya. Akan tetapi Batu Menara Sudut sebenarnya biasa digunakan sebagai penanda batas wilayah.

 Kondisinya mulai terkikis karena ditempatkan di tempat terbuka sehingga sering terkena air hujan.

Arca Klenteng Sidomulyo Deles Bawang

Arca Klenteng

Ambang Pintu Atas yang relief kala nya hilang

Fragmen Bangunan

Yoni

Fragmen lengkung candi dan Segiempat


Di Dukuh Sidomulyo, Desa Deles, Kecamatan Bawang tepatnya di sebuah bukit di sebelah selatan perkampungan yang kini menjadi pemakaman warga sekitar (koordinat -7.120889,109.906671). Terdapat Yoni dengan kondisi mulai terkikis, Fragmen Ambang Pintu dengan kondisi bentuk relief kala yang telah hilang, sebuah fragmen segiempat, dan fragmen-fragmen batu.

Dahulu daerah ini akan dibangun komplek candi, akan tetapi saat jaman penyebaran Islam candi yang sedang dibangun dihancurkan oleh Kyai Dulgani Bromosari sebagai tokoh penyebar Islam. Hal ini dilakukannya dengan maksud memberhentikan aktifitas kegiatan Agama Budha di wilayah Bawang. Kemudian tempat yang dibangun candi berpindah di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Beberapa warga sekitar pernah melihat adanya aktifitas orang yang sedang melakukan sholat di atas Fragmen Segiempat. Akan tetapi setelah dilihat lagi menghilang. Karena penasaran dengan kegiatan tersebut akhirnya Sekretaris Desa Deles mencoba membawa kompas dan diletakkan di Fragmen Segiempat. Ternyata arahnya benar menuju ke arah kiblat. Sosok yang melakukan sholat diatas batu tersebut diyakini Kyai Dulgani Bromosari.

Lukman Hadi Lukito
Ide, pesan, kiritik dan saran Anda sangat berarti untuk pengembangan Batang Gallery.