Visit Batang "an Old District Land Javanese Culture"

Anda diperbolehkan mengutip atau mengambil informasi dari blog ini dengan tetap mencantumkan alamat kami http://batanggallery.or.id

Selasa, 11 Desember 2012

Prasasti Sojomerto

Di Sojomerto kecamatan Reban (koordinat -7.041425,109.89952) terdapat Benda Cagar Budaya berupa Prasasti, yang dikenal dengan prasasti Sojomerto. Prasasti ini berada di tengah kampung. Dahulu prasasti ini ditemukan di ladang. Ceritanya si pemilik tanah bermimpi disuruh membeli sebidang tanah dan disuruh mengelolanya. Saat menggemburkan tanah menggunakan cangkul terdapat batu besar mirip lempengan. Sepintas tak ada yang menarik dengan batu ini akan tetapi setelah dibersihkan ada tulisan dengan bahasa kuno. Batu ini memiliki daya mistik. 

Pernah ada 7 (tujuh) orang memindahkan ke kantor Kecamatan akan tetapi setelah dipindahkan, semua orang meinggal dunia. Akhirnya dikembalikan lagi oleh 4 (empat) orang tanpa ada masalah.

Prasasti Sojomerto


Informasi yang dikutip dari Wilwatikta Majapahit (Museum Online) :
Nama Prasasti : SOJOMERTO
Lokasi Penemuan :

Desa Sojomerto, Kecamatan Reban
Kabupaten Batang, JAWA-TENGAH

Bahan : Batuan Andesit

Ukuran : panjang 43 cm, tebal 7 cm, dan tinggi 78 cm
Era : Kerajaan MATARAM Kuno (Kerajaan Medang)
Tahun Penerbitan : Diperkirakan abad ke-7 Masehi
Aksara : JAWI (Jawa Kawi) dalam 11 Baris
Bahasa : Melayu Kuno

Isi dari Prasasti :

Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.
Salinan dalam Bahasa Aslinya :

1. … – ryayon çrî sata …
2. … _ â kotî
3. … namah ççîvaya
4. bhatâra parameçva
5. ra sarvva daiva ku samvah hiya
6. – mih inan –is-ânda dapû
7. nta selendra namah santanû
8. namânda bâpanda bhadravati
9. namanda ayanda sampûla
10. namanda vininda selendra namah
11. mamâgappâsar lempewângih

Terjemahan kedalam Bahasa Indonesia :

Karena beberapa aksaranya rusak terkikis usia, maka yang disampaikan disini adalah penfsirannya.
Sembah kepada Siwa Bhatara Paramecwara dan semua dewa-dewa
… dari yang mulia Dapunta Selendra
Santanu adalah nama bapaknya, Bhadrawati adalah nama ibunya, Sampula adalah nama istri dari yang mulia Selendra.

Yoni Silarum Tersono

Silarum adalah nama sebuah desa di kaki bukit yang ada di selatan Tersono. Silarum sekarang dipindahkan didekat desa yang berada dibawah karena kondisi bukitnya yang rentan longsor. Sampai sekarang bekas-bekas pondasi desa masih ada. 

Jauh dari bekas desa yang telah dpindahkan ini (koordinat -7.038082,109.95365), terdapat watu yang dikenal watu pengilon. Watu pengilon ini adalah sebuah yoni yang berada di tengah petak sawah yang airnya jernih, sehingga ketika siang hari seperti terpancar sinar menyerupai pengilon (cermin).

Yoni Pengilon di tengah sawah

Yoni Pengilon di tengah sawah

Tim ekspedisi juga menemukan yoni yang keberadaannya di tengah hutan. Yoni ini lebih rapi dibandingkan yoni yang ada ditengah sawah.

Yoni

Yoni

Prasasti dan Yoni Kepokoh

Di tengah sawah jalan menuju desa Kepokoh Blado (koordinat -7.07357,109.828916) terdapat benda cagar budaya yang bernama Kepokohan. Benda cagar budaya ini telah dilindungi oleh bangunan kuncup. Di dalamnya terdapat batu prasasti dan yoni. Akan tetapi tidak ada satu papan pun yang menandakan bahwa ini adalah benda cagar budaya. Semestinya papan menjadi penunjuk keberadaan benda cagar budaya ini, sehingga orang yang melintas tertarik untuk melihatnya.
Prasati di tengah sawah

Prasati Kepokoh
Prasasti Kepokoh
Lumpang dan Yoni


Ide, pesan, kiritik dan saran Anda sangat berarti untuk pengembangan Batang Gallery.